Mahasiswa Asala Indonesia di Belanda Sukses Luncurkan Satelit

    gambar ilustrasi (tempo)

Indonesia patu bangga, Ada seorang kandidat doktor di Technishe Universiteit Delft (TU Delft) Belanda Dwi Hartanto bersama tim berhasil meluncurkan Satellite Launch Vehicle (SLV) dari fasilitas tes roket dan alat tempur Ministerie van Defensie (Kementerian Pertahanan) Belanda pada 5 Juni 2015 pukul 12.00 waktu setempat.

adalah Dwi dan timnya yang berhasil membangun SLV dengan teknologi canggih yang diberi nama The Apogee Ranger V7s (TARAV7s) dengan dana dari Ministerie van Defensie (Kementerian Pertahanan Belanda), Nationaal Lucht-en Ruimtevaartlaboratorium (Laboratorium Antariksa Nasional Belanda).

proyeknya dinamai Airbus Defense (divisi dari Airbus grup yang bergerak di bidang pertahanan dan produk serta jasa penerbangan), dan Dutch Space (sebuah perusahaan terbesar di Belanda dalam bidang aerospace), demikian seperti dikutip dari laman Kementerian Komunikasi dan Informatika kita, Rabu.

SLV bersandi yang merupakan roket yang digunakan untuk membawa muatan dari Bumi ke luar angkasa tersebut mampu untuk mengantarkan modul scientific orbital payload di orbit 347 km.

Roket ini merupakan rancangan roket jenis 3 tingkat yang menggunakan hybrid engine serta dilengkapi dengan sistem aerodinamik aktif dan sistem komputer serta kendali roket modern.

Inovasi yang dikembangkan adalah dalam desain roket ini adalah implementasi sistem aerodinamika aktif yang sukses dikontrol oleh Stability Augmentation System (SAS) dan modul-modul Internal Measurement Unit (IMU).

Dengan menerapkan sistem aerodinamika aktif ini, gangguan-gangguan seperti perubahan arah angin yang masif dan dengan tiba-tiba, perubahan dan keadaan lapisan-lapisan atmosfir, medan magnet dan ganguan-ganguan lain dinetralisir. Hasilnya trajectory dan apogee roket dapat distabilkan, dikendalikan dan dapat dimaksimalkan.

Keseluruhan dari sistem sensor dan flight-modules roket tersebut dikendalikan oleh sebuah flight-module utama berbasis octa-core @3Ghz dengan realtime operating system yang diberi nama GadoGadoOS 64-bit sebagai otak di belakangnya.

Sekedar info, kalau roket TARAV7s ini juga memecahkan rekor pada kategori supersonic liftoff dan pencapaian titik jelajah apogee 23 persen lebih tinggi untuk jenis kelas roket yang sama. Roket TARAV7s dengan diameter 310mm yang dilengkapi dengan hybrid engine dan stabilisator aerodinamika aktif tersebut mampu memberikan trust 200 kN secara optimal.

Dengan kesuksesan peluncuran roket ini, Dwi yang ternyata merupakan Alumni Penerima Beasiswa S2 Luar Negeri Kementerian Komunikasi dan Informatika 2007, kembali diberi tugas untuk mengembangkan roket generasi selanjutnya untuk mengantarkan modul scientific orbital payload di Low Earth Orbit (LEO), yaitu sekitar 1.000 km.

Dibalik keberhasilan peluncuran SLV tweawbut, pada 2009 yang lalu, Dwi dan timnya juga telah berhasil mengembangkan dan mengorbitkan active nanosatellite generasi kedua di TU Delft yang dinamakan Delfi-n3Xt.

Bangganya lagi,Teknologi dibalik active nano-satellite pertama di dunia ini kemudian menjadi barometer dan acuan desain standar teknologi active nano-satellite pada universitas-universitas di seluruh dunia.

Ternyata Dwi Hartanto menerima beasiswa S2 luar negeri dari Kementerian Kominfo pada tahun 2007 untuk ikut mengambil studi Master (dengan spesialisasi bidang Space Technology) dan kemudian melanjutkan studi doktor nya di bidang yang sama serta di Universitas yang sama juga, yaitu TU Delft, di Belanda. sumber:antara

0 Response to "Mahasiswa Asala Indonesia di Belanda Sukses Luncurkan Satelit"

Poskan Komentar